Jalan Salib

10 Fakta Menarik Jalan Salib Yang Wajib Diketahui Umat Katolik

Tanpa perlu berlama-lama, berikut disajikan 10+ fakta menarik jalan salib yang wajib diketahui umat Katolik.

Jalan salib merupakan salah satu devosi dalam gereja Katolik (1)

Jalan Salib merupakan salah satu devosi dalam daftar panjang doa-doa Katolik. Devosi adalah bentuk doa yang bukan bagian resmi liturgi umum Gereja.

Selain itu, devosi juga sering dilakukan dalam praktik-praktik kerohanian yang terkenal di kalangan umat Katolik seperti Doa Rosario dan lain sebagainya.

Devosi jalan Salib pertama kali dilakukan oleh St. Antonius de Padua (2)

Devosi Jalan Salib merupakan salah satu devosi yang pertama-tama dilakukan oleh St. Antonius de Padua.

Semasa hidupnya, orang kudus satu ini melakukan jalan salib sebagai salah satu bentuk doa pribadinya.

Cara doa tersebut kemudian berkembang di kalangan Gereja Katolik setelah St. Antonius de Padua meninggal.

Via Dolorosa sebelumnya hanya dipraktekan di Yerusalem (3)

Mula-mula Jalan Salib atau “Via Dolorosa” (Jalan Penderitaan) ini hanya dipraktekan di Yerusalem dan sekitarnya.

Setelah abad ke-12, praktek devosi ini menyebar ke sebagian besar wilayah Eropa yang dibawa oleh Ksatria setelah Perang Salib berakhir.

Jalan salib sangat identik dengan Gereja Katolik (4)

Devosi Jalan Salib lebih banyak berkembang di tengah-tengah Gereja Katolik. Sementara, untuk Gereja Anglikan4 dan Lutheran5 tidak banyak yang melakukan devosi semacam ini.

Di Indonesia, Jalan Salib pertama kali diperkenalkan oleh Ordo Fransiskan (5)

Devosi Jalan Salib pertama kali diperkenalkan secara luas oleh Ordo Fransiskan, Ordo atau Tarekat hidup bakti di mana St. Antonius de Padua bergabung pada abad ke-14.

Para Romo dan biarawan “Ordo Fratrum Minorum” (OFM) inilah paling berjasa memperkenalkan Jalan Salib kepada umat Katolik di Indonesia.

Saat ini, imam-imam OFM dan Fransiskan juga telah berkarya diberbagai wilayah di Indonesia.

Sebagai informasi, Ordo Fransiskan ini berdiri pada 24 Februari 1209 dan berkantor pusat di Assisi, Italia.

Jumlah perhentian jalan Salib (6)

Awalnya, jumlah perhentian Jalan Salib bukanlah 14 atau 15 seperti yang ada sekarang ini. Umat Katolik dalam kelompok-kelompok doa tertentu punya ketentuan sendiri untuk jumlah perhentiannya. Dengan demikian, ada yang melakukan jalan Salib dengan jumlah 3 perhentian, sementara yang lainnya 10 perhentian.

Paus Klemens XII kemudian menetapkan jumlah perhentian dalam Jalan Salib secara universal (7)

Melihat praktik yang beragam itu, pada abad ke-18, Paus Klemens XII turun tangan dengan menetapkan jumlah dan lokasi perhentian Jalan Salib secara definitif seperti yang dikenal sekarang ini.

Meski demikian, hanya ada 8 perhentian yang tertulis dalam Kitab Suci (8)

Dari 14 perhentian yang ada dalam devosi, hanya delapan saja yang tertulis dengan jelas pada Kitab Suci yakni perhentian 1, 2, 5, 8, 10, 11, 12 dan 14.

Sementara perhentian 3, 4, 6, 7 dan 9 tidak terungkap secara eksplisit. Dan perhentian ke-13 dianggap sebagai pelengkap saja agar lebih runut.

Jasa Paus Yohanes Paulus ke-II (9)

Paus Yohanes Paulus II kemudian memperkenalkan versi Jalan Salib baru yang disebut “Scriptural Way Of Cross” pada perayaan Jumat Agung tahun 1991.

Penerusnya, Paus Benediktus XVI, kemudian melanjutkan pembaruan dari devosi jalan Salib dan terus bertahan sampai sekarang. 

Meski secara tradisional tidak ada perhentian ke-14 yang merupakan waktu dimana Yesus bangkit.

Namun dalam praktiknya, perhentian ke-14 ini tetap ditambahkan agar menjadi satu kesatuan yang utuh sebelum Yesus ditangkap hingga bangkit dari kematian.

Memperoleh pengampunan atau Indulgensi (10)

Bagi umat Katolik yang ikut devosi Jalan salib, yang biasanya dilaksanakan setiap hari jumat pada masa Prapaskah, percaya bahwa lewat devosi mereka akan memperoleh indulgensi atau pengampunan atas dosa-dosa.

Sebagai puncak dari pengampunan ini, mereka wajib mengikuti Devosi atau jalan salib terakhir yang akan dilaksanakan pada Jumat Agung.

Penutup

Agama Katolik adalah salah satu agama yang kaya dengan tradisi dan devosi. Salah satunya adalah jalan salib yang biasanya dilaksanakan di masa prapaskah.

Di Indonesia, praktek Jalan salib lumrah dilaksanakan komunitas gereja Katolik. Pada jumat Agung, ada beberapa Paroki yang melakukan perarakan dengan jumlah perhentian yang sama.

Nah demikian artikel tentang 10 fakta menarik jalan salib yang tak banyak diketahui umat Katolik. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.